Jumat, 29 November 2024

sejarah natal

Sejarah Natal berkaitan dengan tradisi perayaan bangsa Romawi, perayaan masyarakat Skandinavia, dan penetapan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus: 
  • Tradisi Romawi: Pada masa kekaisaran Romawi, Natal dirayakan untuk menandai pergantian musim, khususnya musim dingin yang dianggap gelap dan mengganggu aktivitas. Pada tanggal 25 Desember, bangsa Romawi merayakan hari lahir Dewa Matahari. 
  • Perayaan Skandinavia: Di Skandinavia, bangsa Norse merayakan Yule sejak 21 Desember, yang merupakan titik balik matahari musim dingin. Dalam perayaan ini, orang-orang akan membawa kayu gelondongan besar untuk dibakar sebagai penghangat. 
  • Penetapan tanggal 25 Desember: Gereja Katolik menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus berdasarkan hari libur populer di Kekaisaran Romawi, yaitu dies solis invicti nati yang berarti hari kelahiran matahari yang tak terkalahkan. Peristiwa ini terjadi ketika para pemberita Injil mengambil alih gelar Sol Invictus dan menggunakannya untuk Yesus Kristus. 
  • Perayaan Natal di Inggris: Perayaan Natal pertama kali tercatat di Inggris pada tahun 1038. 
  • Perayaan Natal di Eropa: Pada tahun 1100, Natal menjadi perayaan keagamaan terpenting di Eropa. 
  • Perayaan Natal di Amerika Serikat: Pada tahun 1800-an, kebiasaan menghias pohon Natal dan mengirimkan kartu kepada anak, saudara, dan teman menjadi populer. Santa Claus (Sinterklas) menggantikan Santo Nikolas sebagai lambang usaha saling memberi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tradisi natal

  TRADISI NATAL DI INDONESIA Pawai lilin Natal Suasana magis dan hangat tercipta saat peserta pawai membawa lilin yang dinyalakan. Pawai ini...